Warga Kampung Kepu Resah Hadapi Ancaman Penggusuran: “Kami Ingin Keadilan!”

Jakarta Utara | Jejakwarta.id Warga Kampung Kepu, Kelurahan Marunda Baru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menyampaikan keresahan mendalam terkait ancaman penggusuran yang menghantui tempat tinggal mereka. Banyak di antara warga yang telah menetap di wilayah ini selama puluhan tahun, bahkan sejak 1975. Mereka menuntut kejelasan status tanah dan ganti rugi yang layak.

Ibu Yati, salah seorang warga RT 09 RW 07 Kampung Kepu, mengungkapkan bahwa keresahan ini bermula ketika ada pihak yang mengklaim kepemilikan atas tanah tersebut. “Kami kaget, karena sudah tinggal di sini lebih dari 40 tahun. Tiba-tiba tanah kami mau diukur tanpa pemberitahuan harga. Pembayaran juga belum jelas,” ujarnya dengan nada cemas. Senin (10/11/2025)

Warga merasa diperlakukan tidak adil karena nilai ganti rugi yang ditawarkan jauh dari harapan. “Kalau cuma Rp500 ribu per meter, itu hanya cukup buat bayar tukang, bukan buat bangun rumah,” tegasnya, menggambarkan betapa sulitnya mencari tempat tinggal baru dengan uang tersebut.

Penolakan terhadap relokasi ke rumah susun (rusun) juga menjadi suara bulat warga. Faktor ekonomi dan usia menjadi pertimbangan utama. “Kami sudah tua, enggak sanggup bayar rusun. Suami saya kerja serabutan, kuli bangunan. Di sini kami masih bisa bertahan,” jelas Ibu Yati.

Haji Majaji, tokoh masyarakat yang telah tinggal di Kampung Kepu sejak 1970-an, berharap pemerintah tidak melakukan penggusuran sepihak. “Penginnya jangan digusur. Sudah tua, capek. Kami enggak tahu mau tinggal di mana kalau rumah diambil,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Selain masalah penggusuran, beberapa warga lanjut usia juga mengeluhkan hilangnya bantuan sosial lansia sejak 2023. Pak Ramani, warga RT 09 RW 07, menuturkan bahwa bantuan yang sebelumnya diterima kini terhenti tanpa penjelasan.

Warga Kampung Kepu sangat berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat turun tangan langsung untuk meninjau kondisi mereka dan memberikan solusi yang manusiawi. “Kami hanya ingin keadilan. Tolong jangan tambah kemiskinan rakyat,” pungkas Ibu Yati dengan harapan besar.

(R. Oji)