Parungpanjang | Jejakwarta.id – Kepala Sekolah Yayasan Raimanus Salamah SMP, Pingku Parungpanjang mengadakan sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP Swasta Pingku, dan melalui Zoom Meeting.
Digelar di Sekolah SMP Swasta Pingku di jalan Karehkel, Kampung Pingku, Desa Pingku, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Pada hari Selasa (08/07/2025).
Kepala Sekolah Heri Kurniawan, S.Pd, SMP Pingku mengadakan sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang SMP Swasta Yayasan Raimanus Salamah, melalui Zoom Meeting (08/07/2025).
Acara ini dihadiri oleh Kepala Yayasan H. Hadi, dan Siswa-Siswi Sekolah SMP Pingku terangnya,
Dalam sosialisasi Heri Kurniawan menyampaikan pentingnya pelaksanaan MPLS yang baik dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Ia juga mengingatkan bahwa Maret lalu telah dilaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan setelah tiga minggu liburan, minggu depan siswa akan kembali mengikuti kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru yang dimulai pada 14 Juli 2025 terangnya.”
Untuk mengawali tahun ajaran baru 2025/2026, MPLS akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 Juli 2025 di masing-masing sekolah. Heri Kurniawan, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan MPLS yang berkualitas. Pada kesempatan kali ini, saya mengajak kepada semuanya untuk bersama-sama mewujudkan MPLS dengan sebaik-baiknya, ujarnya.
Dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa dengan pelaksanaan MPLS yang baik, siswa dapat memahami dan mengenali lingkungan sekolah dengan maksimal.
Lebih lanjut, Heri Kurniawan, mengingatkan bahwa pelaksanaan MPLS harus berpedoman pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru. Saya berharap pelaksanaan MPLS berpedoman pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016, tegasnya. MPLS harus menjadi momen pengenalan sekolah, yang meliputi pengenalan program dan kegiatan sekolah, tata kelola sarana dan prasarana sekolah, gaya belajar, penanaman konsep pengenalan diri atau bakat minat, serta pembinaan awal kultur sekolah atau budaya positif.
Dalam sambutannya, Heri Kurniawan, juga berpesan kepada para guru untuk menjadi pionir dalam mendampingi siswa selama MPLS, menghindari pola-pola terdahulu yang berdampak negatif secara psikologis, termasuk praktik perploncoan. Saya titip kepada Bapak dan Ibu Guru selalu menjadi pionir untuk mendampingi anak-anak. Kita semuanya tentunya tidak berkeinginan pola-pola terdahulu yang menimbulkan dampak secara psikologis termasuk mengenai perploncoan yang sering terjadi dalam MPLS, ujarnya.
Acara sosialisasi ini diharapkan dapat mempersiapkan seluruh sekolah dalam melaksanakan MPLS dengan baik, sehingga siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah mereka dengan nyaman dan menyenangkan, serta memulai tahun ajaran baru dengan semangat dan optimisme.”
( R. Oji )












