Jakarta | Jejakwarta.id – Aktivitas bongkar muat di depo kontainer PT Global Terminal Marunda disebut-sebut menjadi pemicu utama kemacetan parah yang melanda Jalan Raya Cilincing, baik arah Cakung maupun sebaliknya menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kondisi serupa juga kerap terjadi di kedua sisi Jalan Arteri Marunda, yang disebabkan oleh operasional depo tersebut di kawasan Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda.
Ratusan truk kontainer berukuran besar bercampur dengan kendaraan pribadi kerap terjebak antrean panjang yang membentang jauh. Kemacetan ini meluas mulai dari persimpangan lampu merah Jaya di Koja, berlanjut hingga lampu merah Kebon Baru di Cilincing, Jalan Raya Cacing menuju Cakung, masuk ke kawasan KBN Marunda, hingga mencapai Jalan Arteri Marunda dekat Marunda Center.
Para sopir truk mengeluhkan kondisi ini yang terjadi hampir setiap hari, terutama saat kendaraan mereka harus mengembalikan kontainer kosong ke depo. Salah satu sopir, Hengki, menyatakan bahwa kemacetan ini memberikan dampak yang signifikan bagi pekerjaannya.
“Kemacetan ini sangat mempengaruhi kegiatan usaha. Ritase pengiriman menjadi berkurang, kondisi kesehatan dan keamanan kami sebagai sopir terganggu, serta performa kendaraan pun ikut terpengaruh,” ungkap Hengki saat ditemui pada Sabtu (6/6/2026).
Ia berharap Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dapat menerapkan aturan yang lebih tegas terhadap pengelola depo kontainer guna mengurai kemacetan di ruas jalan tersebut. Menurutnya, diperlukan pembatasan kuota penerimaan kontainer harian serta kewajiban menyediakan peralatan cadangan agar operasional tidak terhenti jika terjadi kerusakan. Selain itu, ia menyarankan agar diberlakukan sanksi tegas bagi pengelola depo yang menyebabkan antrean panjang hingga merugikan banyak pihak.
“Harus ada aturan yang jelas, misalnya kuota maksimal setiap hari dan alat cadangan. Kalau sampai macet panjang, depo harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hengki menilai pihak Dishub perlu meninjau kembali kelengkapan perizinan sejumlah depo kontainer yang beroperasi. Diduga masih banyak depo yang belum memenuhi standar peraturan yang berlaku namun tetap beroperasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pemandangan antrean truk kontainer menjadi hal yang lumrah setiap harinya di Jalan Raya Cacing dan sekitarnya. Bahkan, kemacetan sering meluas hingga dari depan pabrik Bogasari, persimpangan menuju KBN Marunda, hingga batas wilayah Jakarta Timur di arah Cakung.
Sumber: Rosid
(*/red)












